Rabu, 11 Januari 2012

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                   :    SMPN 1 Palu
Mata Pelajaran                   :    Pendidikan Agama Hindu
Kelas/Semester                  :    IX/1(Satu)
Standar Kompetensi          :    1.    Memahami Awatara, Dewa, dan Bhatara
Kompetensi Dasar             :    1.1  Menguraikan Pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara
                                              
Indikator                            :    -      Menjelaskan Pengertian Awatara
-            Menjelaskan Pengertian Dewa
-            Menjelaskan Pembagian Bhatara
Alokasi Waktu                   :    2 x 40 menit ( 1 x pertemuan )

1.      Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat :
Ø  Menjelaskan pengertian Awatara
Ø  Menjelaskan pengertian Dewa
Ø  Menjelaskan perbedaan Bhatara
2.      Materi Ajar
Ø  Pengertian Awatara adalah perwujudan Tuhan yang turun kedunia untuk menegakkan dharma. Dalam hal ini Dewa Wisnu yang memiliki peran untuk menjaga ketegakan hukum alam dan menjaga bhuana agung dan bhuana alit dari kehancuran.
Ø  Pengertian Dewa adalah kata Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar jadi Dewa berarti sinar suci Ida Sang Hyang Widhi yang berfungsi untuk menyinari, menerangi dengan pengetahuan agar kehidupan mahluk hidup selalu berkembang
Ø  Pengertian Bhatara adalah kata Bhatara berasal dari kata Bhat yang artinya kekuatan, jadi Bhatara adalah kekuatan gaib yang dimiliki oleh Ida Sang Hyang Widhi yang selalu muncul sesuai dengan kehendak beliau.
3.      Metode
Ø  Metode Ceramah bervariasi tanya jawab

4.        Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Awal
1.     Guru dan siswa mengawali pembelajaran dengan mengucapkan pangenjali “Om Swastyastu”
2.     Guru mengabsen kehadiran siswa pada hari itu.
3.     Guru memberikan Apersepsi yaitu menanyakan kembali materi pada pertemuan sebelumnya.
4.     Guru memberikan motivasi yaitu tentang pentingnya mengetahui awatara, Dewa dan Bhatara.
15 menit
Inti
1.     Guru memaparkan materi tentang pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara
2.     Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
3.     Guru memandu untuk mengambil kesimpulan dari materi yang diajarkan
50 menit
Penutup
1.     Guru memberikan Post test sebagai evaluasi daya serap siswa terhadap materi pembelajaran hari itu.
2.     Guru dan siswa sama – sama menutup pembelajaran pada hari itu dengan mengucapkan Parama santih “ Om Santih Santih santih Om”
15    menit

5.    Media Pembelajaran
Ø  Sumber belajar       : - Srada
Ø  Alat belajar            : - Leptop
-  Invocus
-  Papan tulis
6.        Penilaian
Ø  Tes tertulis
Ø  Tes lisan
Soal :
1.      Jelaskan pengertian pengertian Awatara, Dewa dan Bhatara!
2.      Jelaskan Perbedaan antara Awatara, Dewa dan Bhatara!


Mengetahui                                                                            Palu,  Mei 2011 
Kepala SMP N 1 Palu                                                           Guru Mata Pelajaran


I Wayan Suarsa, S.Pd.,M.Pd                                                 PUTU .S. EKAYANTI
                                                                                               DS 0109041

KISI - KISI DESAIN INSTRUKSIONAL

KOMPONEN – KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran sebagai suatu sistem yang komponen-komponennya terdiri dari: (1) Siswa, (2) Guru, (3) Tujuan, (4) Materi, (5) Metode, (6) Sarana/Alat, (7) Evaluasi, dan (8) Lingkungan/konteks. Masing-masing komponen itu sebagai bagian yang berdiri sendiri, namun dalam berproses di kesatuan sistem mereka saling bergantung dan bersama-sama untuk mencapai tujuan. (Soetopo, 2005: 143).
Kedelapan komponen tersebut rupanya tidak ada satupun komponen yang dapat dipisahkan satu sama lain karena dapat mengakibatkan tersendatnya proses belajar-mengajar. Misalnya pengajaran tidak dapat dilakukan di ruang yang tidak jelas, tanpa siswa, tanpa tujuan, tanpa bahan ajar.
PEMECAHAN MASALAH
Masing-masing komponen dalam pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut SiswaMetode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Perbedaan penilaian pengukuran dan evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih besifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif.
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.
PERBEDAAN EVALUASI PENGUKURAN DAN PENILAIAN
    * Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
    * Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
    * Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.



Rabu, 04 Januari 2012

SOSIOLOGI HINDU

SISTEM KEKERABATAN HINDU
A. Sistem Kekerabatan Hindu
            Menurut Van Gennep (1975) bahwa dalam tahap – tahap pertumbuhannya sebagai individu, yaitu sejak ia lahir, kemudian masa kekanak – kanaknya, melalui proses menjadi dewasa dan menikah, menjadi orang tua sehingga saatnya ia meninggal, manusia mengalami perubahan biologi serta perubahan dalam lingkungan sosial budayanya yang dapat mempengaruhi tahap pertumbuhannya yang baru, maka dalam lingkaran hidupnya itu manusia juga memerluka regenerasi.
            Dalam kekerabatan Hindu ada beberapa larangan perkawinan seperti :
1.      Gamia Gamana antara seorang laki – laki dengan seorang wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan dalam garis lurus keatas dan kebawah karena lahir dalam perkawinan yang sah maupun tidak sah menurut hindu.
2.      Antara seorang keturunan saudara kandungnya, saudara tirinya.
3.      Antara seorang laki – laki dengan ibu tirinya atau seorang wanita dengan  ayah tirinya.
4.      Antara mertua dengan menantu, anak menantu atau antara warang.
Menurut agama Hindu tujuan dari suatu perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia dan kekal serta menurunkan pretisentana dalam rangka menebus dosa – dosa orang tuanya setelah meninggal, umat Hindu memndang perkawinan merupakan yadnya (kewajiban suci) melalui suatu perkawinan diharapkan akan melahirkan seorang putera.
Pada sistem kekerabatan Hindu yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, mempunyai anak merupakan hal yang amat penting. Karena tanpa anak laki –laki garis keturunan akan punah. Keluarga yang tidak mempunyai anak, mempunyai kedudukan sosial  yang dinilai belum sempurna. Dalam sistem kekerabatan patrilineal peranan anak laki -  laki sangat penting sebagai penerus garis keturunan, anak laki – laki lah yang mewariskan clen. Demikian jika tidak ada anak laki – laki maka harus terjadi adopsiuntuk meneruskan garis itu, jika tidak demikian anak perempuan satu – satunya akan menjadi pewaris, dengan syarat ia harus kawin dengan salah seorang dari keturunannya dalam lingkungan gens.
B.  Keluarga Inti sebagai Dasar Sistem Kekerabatan Hindu
Apabila dalam keluarga inti semua kedudukan sudah lengkap, maka kita menhadapi empat tokoh yang paling berhubungan dapat di sebut berguna, yaitu:
Suami                                Istri
Ayah                                 Ibu
Anak (IK)                         Anak (pr)
Saudara (IK)                     Saudara (pr)
Fungsi keluarga inti yaitu :
1.      Keluarga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya seperti keamanan dalam hidup.
2.      Keluarga inti merupakan kelompok dimana si individu itu, waktu ia sebagai kanak – kanak msih belum berdaya, mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya.
C.  Klen Sebagai Perluasan Sistem Kekerabatan Hindu
            Ikatan kekerabatan didalam masyarakat Hindu memainkan peranan yang sangat penting dan mempunyai peranan dalam banyak segi kehidupan. Usaha untuk menelusuri kekerabatan yang dewasa ini cendrung dilakukan oleh masyarakat menandakan hal itu suatu pembauran yang penting disini adalah keturunan segaris.
            Masyarakat Hindu menelusuri garis keturunannya dari garis patrilineal, dalam kasus ini anak – anak dari anggota wanita tidak termasuk kedalam korporasi, para anggota terdiri dari kaum pria dan wanita. Tetapi hanya kaum prialah yang meneruskan keanggotaannya korporasi kepada anak – anaknya. Tetapi hendaknya diketahui bahwa walaupun yang ditonjolkan dalam pembahasan ini peranan pria, sebenarnya secara tersirat tercakup juga peranan wanita.


Tugas Individu
           
 


TENTANG

Dosen Pembina : I Ketut Winaya, S.Sos, M.Si
 








DI SUSUN OLEH
PUTU .S. EKAYANTI
DS0109041
 






PALU, OKTOBER 2011