Rabu, 04 Januari 2012

SOSIOLOGI HINDU

SISTEM KEKERABATAN HINDU
A. Sistem Kekerabatan Hindu
            Menurut Van Gennep (1975) bahwa dalam tahap – tahap pertumbuhannya sebagai individu, yaitu sejak ia lahir, kemudian masa kekanak – kanaknya, melalui proses menjadi dewasa dan menikah, menjadi orang tua sehingga saatnya ia meninggal, manusia mengalami perubahan biologi serta perubahan dalam lingkungan sosial budayanya yang dapat mempengaruhi tahap pertumbuhannya yang baru, maka dalam lingkaran hidupnya itu manusia juga memerluka regenerasi.
            Dalam kekerabatan Hindu ada beberapa larangan perkawinan seperti :
1.      Gamia Gamana antara seorang laki – laki dengan seorang wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan dalam garis lurus keatas dan kebawah karena lahir dalam perkawinan yang sah maupun tidak sah menurut hindu.
2.      Antara seorang keturunan saudara kandungnya, saudara tirinya.
3.      Antara seorang laki – laki dengan ibu tirinya atau seorang wanita dengan  ayah tirinya.
4.      Antara mertua dengan menantu, anak menantu atau antara warang.
Menurut agama Hindu tujuan dari suatu perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia dan kekal serta menurunkan pretisentana dalam rangka menebus dosa – dosa orang tuanya setelah meninggal, umat Hindu memndang perkawinan merupakan yadnya (kewajiban suci) melalui suatu perkawinan diharapkan akan melahirkan seorang putera.
Pada sistem kekerabatan Hindu yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, mempunyai anak merupakan hal yang amat penting. Karena tanpa anak laki –laki garis keturunan akan punah. Keluarga yang tidak mempunyai anak, mempunyai kedudukan sosial  yang dinilai belum sempurna. Dalam sistem kekerabatan patrilineal peranan anak laki -  laki sangat penting sebagai penerus garis keturunan, anak laki – laki lah yang mewariskan clen. Demikian jika tidak ada anak laki – laki maka harus terjadi adopsiuntuk meneruskan garis itu, jika tidak demikian anak perempuan satu – satunya akan menjadi pewaris, dengan syarat ia harus kawin dengan salah seorang dari keturunannya dalam lingkungan gens.
B.  Keluarga Inti sebagai Dasar Sistem Kekerabatan Hindu
Apabila dalam keluarga inti semua kedudukan sudah lengkap, maka kita menhadapi empat tokoh yang paling berhubungan dapat di sebut berguna, yaitu:
Suami                                Istri
Ayah                                 Ibu
Anak (IK)                         Anak (pr)
Saudara (IK)                     Saudara (pr)
Fungsi keluarga inti yaitu :
1.      Keluarga inti merupakan kelompok dimana si individu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya seperti keamanan dalam hidup.
2.      Keluarga inti merupakan kelompok dimana si individu itu, waktu ia sebagai kanak – kanak msih belum berdaya, mendapat pengasuhan dan permulaan dari pendidikannya.
C.  Klen Sebagai Perluasan Sistem Kekerabatan Hindu
            Ikatan kekerabatan didalam masyarakat Hindu memainkan peranan yang sangat penting dan mempunyai peranan dalam banyak segi kehidupan. Usaha untuk menelusuri kekerabatan yang dewasa ini cendrung dilakukan oleh masyarakat menandakan hal itu suatu pembauran yang penting disini adalah keturunan segaris.
            Masyarakat Hindu menelusuri garis keturunannya dari garis patrilineal, dalam kasus ini anak – anak dari anggota wanita tidak termasuk kedalam korporasi, para anggota terdiri dari kaum pria dan wanita. Tetapi hanya kaum prialah yang meneruskan keanggotaannya korporasi kepada anak – anaknya. Tetapi hendaknya diketahui bahwa walaupun yang ditonjolkan dalam pembahasan ini peranan pria, sebenarnya secara tersirat tercakup juga peranan wanita.


Tugas Individu
           
 


TENTANG

Dosen Pembina : I Ketut Winaya, S.Sos, M.Si
 








DI SUSUN OLEH
PUTU .S. EKAYANTI
DS0109041
 






PALU, OKTOBER 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar