Candi Prambanan
dibangun oleh Dinasti Sanjaya di abad ke-9, ditemukan tulisan nama Pikatan pada Candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang
kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti Brangka tahun
856 M terdapat pada Prasasti Siwagrha. Candi Prambanan terdiri atas 3 kompleks
bangunan. Candi utama memiliki 3 tempat pemujaan (altar) yang didedikasikan
untuk Dewa Trimurti. Candi Siwa terletak di tengah, Wisnu di sebelah selatan,
dan Candi Brahma di sebelah utara.
Kondisi Geografis
Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta terletak antara 7°30' - 8°15' lintang selatan dan 110°00' - 110°52' bujur timur, merupakan wilayah daratan yang
berbatasan di sebelah utara dengan Propinsi Jawa Tengah, di sebelah timur
dengan Propinsi Jawa Tengah, di sebelah selatan dengan Samudra Indonesia, dan
di sebelah barat dengan Propinsi Jawa Tengah.
Candi
Prambanan terletak 13 Km dari kota Klaten, menuju barat pada jalur jalan ke
Yogyakarta dan 17 Km dari Yogya menuju timur pada jalur jalan ke kota
Klaten/Surakarta, Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah candi Hindu
terbesar di Jawa Tengah. Secara administratif kompleks candi ini berada di
perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat menyebut
candi ini dengan nama candi Larajonggr. Kondisi Demografis
Jumlah
penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 32.380.687 jiwa terdiri atas 16.081.140
laki-laki dan 16.299.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk
terbesar adalah Kabupaten Brebes (1,732 juta jiwa), Kabupaten
Cilacap (1,644 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,553 juta jiwa).
Mayoritas
penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di
mana di Kota Surakarta dan Yogyakarta
terdapat pusat istana Kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini. Suku minoritas
yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah
pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya mereka bergerak di bidang perdagangan dan
jasa.
Sebagian
besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam dan mayoritas tetap mempertahankan tradisi Kejawen
yang dikenal dengan istilah abangan. Agama lain yang dianut adalah Protestan,
Katolik,
Hindu,
Buddha,
Kong Hu Cu,
dan puluhan aliran kepercayaan. Penduduk Jawa Tengah dikenal dengan sikap
tolerannya. Kondisi Budaya
Dahulu
sebelum Candi Prambanan dijadikan sebagai kawasan pariwisata oleh pemerintah
Klaten, banyak masyarakat yang bermukim tidak jauh dari Candi Prambanan berada.
Namun setelah Pemerintah Klaten melakukan pemugaran Candi Prambanan untuk
dijadikan sebagai tempat pariwisata pada tahun 1983-1984 maka lima desa
masyarakat sekitar itu pun dipindahkan ke pemukiman Pemukti Baru yang dibangun
pemerintah tidak jauh dari Candi Prambanan, atau biasa kita sebut dengan
istilah bedol deso. Masyarakat mau
menerima tawaran pemugaran tersebut dikarenakan biaya ganti rugi tanah
masyarakat oleh pemerintah dianggap
lebih dari cukup dan menguntungkan. Dari relokasi tempat tinggal
tersebut maka mucullah beberapa perubahan-perubahan sosial masyarakat sekitar Candi
Prambanan, antara lain yaitu mata pencaharian masyarakat yang tadinya mayoritas
petani lugu (petani biasa)
sekarang berubah menjadi pedagang, baik itu pedagang cinderamata berupa baju
batik, aksesoris ataupun hasil kesenian lain dari masyarakat sekitar Candi
Prambanan, guru, pegawai yang mengelola wisata candi pramban an, semisal
pegawai dipembayaran loket masuk, petugas parkir, petugas kebersihan dan
lain-lain, ataupun pegawai di hotel-hotel sekitar Candi Prambanan yang
didirikan oleh masyarakat luar daerah pemukiman pemukti baru, dan sebagainya.
Adapun perubahan budaya yang dialami masyarakat karena adanya pemugaran
tersebut tidak lah terlalu basar
dampaknya. Budaya yang sudah
ada seperti kesenian ; karawitan, wayangan, dan kuda lumping, religi/keagamaan ; pengajian masih tetap terjaga dengan baik.
Pengajian di pemukiman pemukti baru biasanya diadakan tiga kali dalam sepekan.
Hari rabu pengajian untuk bapak-bapak, kamis untuk ibu-ibu, dan sabtu untuk
pemuda-pemudanya. Sedangkan pada malam minggu pada 35 hari kliwon di pemukiman
pemukti baru biasanya diadakan wayangan. Dan meskipun mayoritas masyarakat
sekitar Candi Prambanan beragama islam, namun Candi Prambanan tersebut masih
digunakan untuk beribadah masyarakat luar. Hasil Pengamatan dan penelitian
Menurut sumber seorang pemandu wisata yang bernama Bapak Harto (wawancara
23 Juli 2012) telah menjadi guide selama 20 Tahun. Candi Prambanan selesai dibangun sekitar 856 M,
Candi ini diresmikan oleh Raja Ratininggrat atau Rakai Pikatan pada tahun 778
Saka yang bernama Siwa Graha. Candi Prambanan merupakan replika
Mahameru terdapat dewa-dewa delapan penjuru arah mata angin. Nama awal Candi
Prambanan adalah Siwagrha karena pada Candi ini adalah mengagungkan Dewa Siwa,
kemudian karena banyak para pendeta yang
dattang ke candi ini untuk melakukan pemujaan maka dinamakanlah Candi Prambanan,
kata Prambanan berasal dari kata “Para”
yang artinya banyak dan “Brahmana” artinya Pendeta, jadi Prambanan
artinya banyak pendeta yang datang berkunjung.
|
Pada Candi Prambanan tidak terdapat pantangan yang paten dimana untuk memasuki areal Candi Prambanan
tidak terdapat aturan khusus bagi para pengunjung karena candi ini merupakan
tempat pariwisata,
namun terdapat aturan bagi yang mempercayainya yaitu dilarang masuk bagi yang
haid atau cuntaka. Di Candi Prambanan
sampai saat ini, masih terdapat pelaksanaan ritual keagamaan yaitu satu hari
sebelum perayaan Hari Nyepi yaitu disebut dengan tawur kesanga. Pada
pelaksanaan upacara ini etika berpakaiannya sebagian besar menggunakan adat Jawa,
bila ada media yang hendak meliput kegiatan ini diberikan batasan wilayah agar
tidak mengganggu jalannya upacara.
Masyarakat sekitar Candi
Prambanan tidak terdapat penduduk yang beragama Hindu sehingga Candi Prambanan
dirawat oleh umat muslim yang ada di sekitar Candi Prambanan. Menurut bapak Harto
(wawancara 23 Juli 2012) umat Hindu Jawa meninggalkan prambanan
dikarenakan terjadinya bencana alam yaitu meletusnya gunung berapi pada tahun
1006. Pada saat itu Candi Prambanan hancur dan umat Hindu pergi ke Jawa Timur dan
Bali. Untuk dibidang ekonomi keberadaan Candi Prambanan sangat membantu untuk
pengadaan lapangan kerja misalnya guide, pedagang dan pekerja lainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar