Selasa, 15 November 2011

PSIKOLOGI PENDIDIKAN


KONTEKS SOSIAL
DAN
PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL
2.1 TOERI – TEORI  KONTEMPORER
            Ada sejumlah teori tenteng perkembangan sosioemosional anak namun dalam materi in kita akan focus pada dua teori yaitu teori ekologi dari Bronfenbrenner dan teori perkembangan rentang hidup dari Erikson. Dua teori ini dipilih karena cukup komprehensif dalam membahas konteks sosial dimana anak berkembang dan perubahan utama dalam perkembangan sosioemosional.
a.      Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori ini dikembangkan oleh Bronfenbrenner yang fokus utamanya adalah pada konteks sosial dimana anak tinggal dan orang – orang yang mempengaruhi perkembangan anak.
Teori ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima(5) sistem lingkungan interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. Adapun sistem tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Mikrosistem adalah setting dimana individu menghabiskan banyak waktu.
2.      Mesosistem adalah kaitan antar mikrosistem.
3.      Ekosistem adalah terjadi ketika pengalaman disetting lain dimana murid tidak berperan aktif.
4.      Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak.
5.      Kronosistem adalah kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak.
b.      Teori Perkembangan Rentang Hidup Erikson
Teori ini melengkapi analisis bronfrenbrenner teradap konteks sosial dimana anak tumbuh dan orang – orang yang penting bagi kehidupan anak. Erikson mengemukakan teori tentang perkembangan seseorang melalui tahapan.
Dalam teori ini memiliki delapan(8) tahapan perkembangan yang akan dilalui oleh orang disepanjang rentang kehidupan. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Kepercayaan >< ketidakpercayaan adalah tahap psikososial pertama menurut erikson, kepercayaan akan timbul jika bayi mendapat perlakuan yang hangat dan bersahabat, namun akan menimbulkan ketidakpercayaan jika bayi diperlakukan negative atau kasar
2.      Otonomi >< malu dan ragu adalah tahap kedua, tahap ini terjadi pada masa bayi akhir dan pada masa belajar berjalan. Setelah bayi percaya kepada pengasuhnya sang bayi mulai menemukan bahwa tindakannya adalah tindakannya sendiri, jika bayi dibatasi terlalu banyak dan dihukum terlalu keras maka bayi tersebut akan mengembangkan rasa malu dan ragu.
3.      Inisiatif >< rasa bersalah adalah tahap ketiga, tahap ini berhubungan pada masa kanak – kanak awal sekitar usia 3-5 tahun, pada usia ini orang tua berharap anak  menjadi lebih bertanggung jawab terhadap tubuh dan milik mereka, munculnya rasa tanggung jawab ini membutuhkan inisiatif. Anak mengembangkan rasa bersalah apabila mereka tidak bertanggung jawab atau terlalu cemas.
4.      Upaya >< inferioritas adalah tahap keempat, tahap ini terjadi kira – kira pada masa sekolah dasar, dari usia 6-usia puber atau remaja awal. Inisiatif anak membuat mereka berhubungan dengan banyak pengalaman baru.
5.      Identitas >< kebingungan identitas adalah tahap kelima, tahap ini terjadi di masa remaja, remaja berusaha mencari tahu jati dirinya, remaja perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk memahami identitas dirinya. Apabila remaja tidak cukup mengeksplorasi peran maka mereka tetap bisa bingung akan identitas diri mereka.
6.      Intimasi >< isolasi adalah tahap keenam, tahap ini terjadi pada masa dewasa awal. Tugas perkembangannya adalah membentuk hubungan yang positif dengan orang lain, bahaya pada tahap ini orang gagal membangun hubungan dekat dengan pacar atau kawan dan terisolasi secara sosial.
7.      Generativitas >< stagnasi adalah tahap ketujuh, tahap ini terjadi pada masa tahap remaja dewasa, sekitar umur 40-an dan 50-an.
8.      Integritas >< Putus asa adalah tahap kedelapan, tahap ini berhubungan dengan masa dewasa akhir, sekitar usia 60-an sampai meninggal. Orang tua merenungi kembali hidupnya, memikirkan apa yang telah mereka lakukan. Jika evaluasi ini posotif maka mereka akan mengembangkan rasa integritas sedangkan jika hasil dari evaluasi negative mereka akan putus asa.
2.2 KONTEKS SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN
            Menurut Bronfrenner, konteks sosial dimana anak hidup akan banyak mempengaruhi perkembangan anak yaitu ; keluarga, teman sebaya dan sekolah.
a.      Keluarga
Anak tumbuh dalam keluarga yang berbeda, keluarga akan menentukan perkembangan anak, sehingga peranan orang tua sangat penting. Menurut Diana baumrind seorang pakar parenting berpendapat bahwa ada cara yang baik untuk mengasuh anak, dia percaya bahwa orang tua tidak boleh terlalu menghukum atau terlalu tidak peduli, sebaiknya orang tua menyusun aturan bagi anak dan pada saat yang sama bersifat suportif dan membimbing serta mengasuh. Menurut Baumrind ada empat(4) bentuk gaya pengasuhan atau parenting :
1.      Authoritarian parenting adalah gaya asuh yang membatasi dan menghukum.
2.      Authoritative parenting adalah gaya asuh yang mendorong anaknya untuk menjadi independen tetapi masih membatasi dan mengontrol tindakan anaknya.
3.      Neglectful parenting adalah gaya asuh dimana orang tua tidak terlibat aktif dalam kehidupan anaknya.
4.      Indulgent parenting adalah gaya asuh dimana sangat terlibat dalam kehidupan anaknya tetapi tidak banyak member batasan pada perilaku anaknya.
b.      Teman Sebaya
Selain keluarga,teman sebaya juga berperan penting dalam perkembangan anak, hubungan teman sebaya yang baik mungkin dibutuhkan untuk perkembangan normal, dalam hubungan ini dapat menghasilkan positif dan negatife.
1.      Status teman sebaya
Para developmentalis menunjukkan ada empat(4) tipe status teman sebaya
-          Anak popular, sering kali dinominasikan sebagai kawan terbaik dan jarang dibenci kawan sebayanya
-          Anak diabaikan, jarang dinominasikan sebagai kawan terbaik tetapi bukannya tidak disukai oleh kawan seusianya
-          Anak ditolak, jarang dinominasikan dan sering dibenci oleh teman seusianya.
-          Anak kontroversial, sering kali dinominasi sebagai teman baik tetapi juga kerap tidak disukai.
2.      Persahabatan
Persahabatan memberikan kontribusi pada status teman usia sebaya dan memberi keuntungan lainnya :
-          Kebersamaan, persahaban member anak partner yang akrab.
-          Dukungan fisik, persahabatan member sumber daya dan bantuan disaat dibutuhkan.
-          Dunungan ego, persahabatan membantu anak bahwa mereka merasa adalah anak yang bisa melakukan sesuatu dan layak dihargai.
-          Intimasi / kasih sayang, persahabatan member anak suatu hubungan yang hangat, saling percaya, dekat dengan  orang lain.
c.       Sekolah
Anak menghabiskan banyak waktu sebagai anggota dari masyarakat kecil yang sangat mempengaruhi mereka.
1.      Kontek perkembangan sosial yang terus berubah disekolah
Kontek sekolah bervariasi sejak masa kanak awal, sekolah dasar sehingga remaja. Setting masa anak awal adalah sebuah lingkungan yang terlindung yang batasnya adalah ruang kelas. Pada sekoalah dasar, guru merupakan otoritas yang menciptakan iklim kelas, dalam tinggakatan ini kelompok teman sebaya kini jadi lebih penting dan murid makin senang berkawan. Saat sekolah menengah pertama lingkungan sekolah makin luas, lapangan sosial mencakup seluruh sekola, bukan sekedar ruang kelas. Murid sekolah menengah lebih menyadari sekolah sebagai sistem sosial.
2.      Pendidikan masa kanak awal
Pendidikan yang sesuai secara developmental, pendidikan jenis ini didasarkan pada pengetahuan perkembangan khas dari anak dalam rentang usia dan keunikan anak. Berikut ini beberapa tema pendidikan yang tetap secara developmental :
-          Domain perkembangan anak-fisik, kognitif, dan sosioemosional adalah domain yang saling berkaitan dan perkembangan dalam satu domain dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan di domain lainnya.
-          Perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif, teratur dengan kemampuan, keahlian, dan pengatahuan yang sudah diperoses sebelumnya.
-          Variasi individual, mengkarakterisasi perkembangan anak .
-          Perkembangan dipengaruhi oleh konteks sosial dan kultur yang berbeda.
-          Anak – anak adalah pembelajar aktif dan harus didorong untuk mengkonstruksi pemahaman dunia di sekitarnya.
-          Perkembangan anak meningkat jika diberi kesempatanuntuk mempraktekkan keahlian baru.
-          Anak – anak akan berkembang dengan amat baik dalam kontek komunikasi dimana mereka aman dan dihargai.
3.         Transisi ke Sokalah Dasar
Saat anak menjalani transisi ke sekolah dasar, mereka berinteraksi dan mengembangkan hubungan dengan anak baru. Sekolah member mereka banyak ide untuk membentuk pemahaman tentang diri mereka.
4.         Sekolah Untuk Remaja
Ada tiga(3) perhatian khusus berkenaan dengan sekolah untuk remaja yaitu ; transisi dari sekolah SMP ke SMA, sekolah yang efektif untuk remaja, peningkatan kualitas sekolah menengah atas (SMA).
Transisi ke SMP dalam transisi ini dapat sukses karena berbarengan dengan banyak perubahan perkembangan lainnya seperti masa puber, mereka merasa lebih independen dari orang tua dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan kawannya.
Sekolah yang efektif untuk remaja, yaitu sekolah yang memiliki ciri sebagai berikut:
-          Sekolah mampu dan mau menyesuaikan semua kegiatan sekolah dengan fariasi individu.
-          Mereka memandang serius apa yang dikenal sebagai perkembangan remaja muda.
-          Sekolah memberi banyak perhatiaan pada perkembangan sosioemosional dan kognitif.


2.3 PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL
a. Diri
            Menurut dramawan italia abad ke-20 yang bernama Ugo Betti, saat anak mengatakan “AKU” maka yang mereka maksud adalah sesuatu yang unik tidak bercampur dengan yang lainnya. Psikologi sering menyebut “AKU” ini sebagai “DIRI”. Ada dua(2) aspek yang penting dalam diri yaitu :
1.      Harga Diri
Penghargaan diri adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Penghargan diri juga kadang dinamakan martabat diri,
Riset menyarankan empat kunci untuk meningkatkan harga diri anak :
-          Identifikasi penyebab rendah diri dan area kompetensi yang penting bagi diri
-          Beri dukungan emosional dan penerimaan sosial
-          Bantu anak mencapai tujuan atau berprestasi
-          Kembangkan keterampilan mengenai masalah.
2.      Perkembangan Identitas
Pada perkembangan ini akan timbul pertanyaan dari diri seorang remaja yaitu siapa aku ? seperti apa aku ? apa yang akan aku lakukan dalam hidup ini ? dan pertanyaan lainnya. Periset dari kanada menganalisis konsep dari erikson, dan menyimpulkan bahwa adalah penting untuk membedakan eksplorasi dan komitmen..
Eksplorasi adalah pencariaan identitas alternative yang bermakna.
Komitmen adalah menunjukkan penerimaan personal pada suatu identitas dan amenerima apapun implikasi dari identitas itu.
Tipe – tipe identitas :
-          Identity diffusion terjadi ketika individu belum mengalami krisi yaitu mereka belum mengeksplorasi alternative yang bermakna atau membuat komitmen.
-          Identity foreclosure terjadi saat individu membuat komitmen tetapi belum mengalami krisis
-          Identity moratorium terjadi ketika individu berada ditengah, krisis tapi komitmen.
-          Identity achievement terjadi ketika individu telah mengalami krisis dan telah membuat komitmen.
b.      Perkembangan Moral
Banya orang tua mengkhawatirkan kalau anak mereka tumbuh tanpa membawa nilai tradisional.
1.      Domain perkembangan anak, perkembangan moral berkaitan dengan aturan, aturan ini bisa dikaji dalam tiga domain yaitu :
-          Kognitif adalah bagaimana murid menalar atau memikirkan aturan untuk perilaku etis.
-          Behavioral adalah bagaimana murid berprilaku secara actual, bukan pada moralitas pada pemikirannya.
-          Emosional adalah bagaimana murid merasakan secara moral

2.      Teori Piaget
-          Heteronomous morality adalah tahap perkembangan moral pertama menurut piaget, tahap ini berlangsung dari kira – kira usia 4-7 tahun. Pada tahap ini keadilan dan aturan dianggap sebagai bagian dari duniayang tidak bisa diubah.
-          Autonomous morality adalah tahap perkembangan moral yang kedua, yang tercapai pada usia 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini anak mulai mengetahui bahwa atuaran dan hukum adalah buatan manusia dan bahwa dalam menilai suatu perbuatan niat pelaku dan konsekuensinya perludipikirkan.
3.      Teori Kohlberg
-          Preconventional reasoning adalah tahap dimana anak tidak menunjukkan internalisasi nilai moral, penalaran moral dikontrol oleh hukuman dan ganjaran eksternal.
-          Conventional reasoning adalah pada tahap ini interaksi masih setengah, dimana anak patuh secara internal pada standar tertentu tetapi standar itu pada dasarnya ditetapkan oleh orang lain.
-          Postconventional reasoning adalah pada tahap ini moralitas telah sepenuhnya di interlisasikan dan tidak didasarkan pada standar eksternal.

DHARMA WACANA TRIHITA KARANA

OM SWASTIASTU
OM AWIGHNAMASTU YA NAMAH SIDHAM
OM ANUBADRAH KERTAWO YANTU WISWATAH
Yang terhormat Para Dewn juri
Serta Umat Sedharma yang berbahagia
Sebagai umat beragama yang memiliki sradha dan bhakti patutlah kita menghaturkan angayubagia kehadapan IDA SANG HYANG WIDHI WASA, karena atas asung kerta waranugrahaNYAlah sehingga kita bisa berkumpul bersama – sama ditempat ini dalam keadaan sehat selalu guna menyampaikan dan mendengarkan pesan dhrama.
Umat Sedharma yang berbahagia
Berbagai macam kejadian dan peristiwa yang terjadi disekitar kita yang banyak menimbulkan kerugian dan memakan korban jiwa seperti bencana alam yang baru saja terjadi yaitu tsunami, letusan gunung merapi, banjir, kasus ilegal loging yang mengakibatkan pemanasan global, wabah penyakit yang datang silih berganti seperti demam berdarah, HIV/AIDS dan penyakit lainnya. Dari fenomena yang terjadi maka pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pesan dharma yang berjudul “IBU PERTIWI MENANGIS”
Umat Sedharma yang berbahagia
            Dalam kehidupan ini kita pasti mengharapkan sebuah kedamaian dan kebahagiaan, namun semua itu sulit untuk kita dapatkan karena manusia memiliki sifat yang berbeda-beda, untuk menyatukan pikiran sangatlah sulit kita membutuhkan pedoman atau sumber sebagai pegangan dan menyatukan persepsi dalam melangkah sehingga kebahagiaan itu dapat kita capai. Sebenarnya kita telah memiliki pegangan untuk mencapai kebahagiaan itu dimana dalam ajaran agama hindu diajarkan  TRI HITA KARANA. Tentu akan timbul pertanyaan apa tri hita karana itu ? apa hubungannya dengan kehidupan kita ? mengapa kita menggunakan tri hita karana untuk mencapai kebahagiaan ? dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Tri hita karana adalah tiga penyebab kebahagiaan, tri hita karana ini erat kaitannya dengan kasih sayang namun bukan hanya rasa sayang tetapi juga rasa peduli, rasa memiliki, rasa tanggung jawab dan juga rasa berpartisipasi, secara harfiah tampaknya sangat mudah untuk dikatakan tetapi susah untuk dilaksanakan. Bagaimana kita akan berpartisipasi apalagi untuk bertanggung jawab bila rasa memiliki tidak ada pada diri kita.
            Selanjutnya, bagaimana kita akan membangkitkan rasa memiliki kalau kita tidak mengenal terlebih dahulu apa yang ingin kita miliki. Dengan mengenal terlebih dahulu maka kita akan sampai pada rasa sayang / cinta seperti pepatah mengatakan “Tak Kenal maka Tak Sayang”  maka dari itu tri hita karana ini sangat berkaitan dalam kehidupan kita, adapun bagian dari tri hita karana yaitu :
1.    Parahyangan : Hubungan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi, disini kita dituntut untuk menjaga keharmonisan kita dengan Ida Sang Hyang Widhi, dengan cara melaksanakan persembahyangan dan selalu bersyukur dengan apa yang telah beliu berikan kepada kita, namun faktanya manusia sekarang ini tidak pernah merasa puas dan tidak pernah bersyukur, contohnya seorang pejabat tinggi yang telah memiliki harta benda dan kedudukan tidak pernah merasa puas, mereka menginginkan yang lebih lagi sehingga melakukan perbuatan yang melanggar dharma yaitu korupsi yang mengambil hak orang lain, selain itu kita hendaknya mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan cara salah satunya yaitu sembahyang, namun masih ada umat kita yang awam terhadap hal ini dimana saya menemukan sebuah desa yang umatnya sangat sedikit melaksanakan persembahyangan pada hari – hari yang kita  sucikan.
Umat Sedharma yang berbahagia dan Dewan Juri yang saya hormati
Penbagian yang kedua yaitu:
2.    Pawongan  : Hubungan antara manusia dengan manusia, dimana dalam hubungan ini kita hendaknya  saling menghargai antar sesama, menolong, dan menjalin komunikasi yang baik, karena perkataan dapat membawa kita pada kebahagiaan namun perkataan juga dapat membawa kita pada kehancuran. Kita manusia memiliki kodrat sebagai mahluk sosial ini artinya dalam kehidupan ini kita membutuhkan orang lain, seperti halnya sebuah gunung, gunung ini tidak akan dapat berdiri kokoh dan besar seperti yang kita lihat tanpa bantuan hal-hal yang kecil yaitu tanah, pasir, krikil dan batu, begitu pula kita tidak akan mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Maka janganlah kita merasa besar setelah mendapatkan kebahagian material, sadarilah kita seperti ini karena bantuan mereka pula.  
3.   Palemahan  : Hubunga antara manusia dengan alam, tempat kita hidup adalah alam, kita sebagai manusia miliki kodrat sebagai mahluk alam mengapa demikian karena sepanjang hidup kita bergantung pada kekuatan alam yaitu udara, angin, air, tanah, api, matahari, tumbuhan dan binatang, tanpa semua ini manusia tidak akan dapat bertahan hidup, kita sebagai manusia yang diberikan pikiran hendaknya menjaga dan melesatarikan alam. Namun manusia menyalah gunakan pikiran dimana manusia merusak alam yang dapat merugikan manusia itu sendiri, contohnya membuang sampah pada aliran air, memang secara logis sampah tersebut akan terbawa olah air, namun akibatnya merugikan kita, seperti terjadi banjir. Bukankah menjaga alam itu akan membuat kita nyaman berada dilingkungan kita, seperti bunyi selogan yaitu bersih pangkal sehat, namun faktanya berbagai wabah penyakit melanda manusia ini semua karena kita yang tidak menjaga kebersihan lingkungan atau alam kita.
Umat sedharma yang berbahagia
Didalam Veda di jelaskan orang yang terkasih adalah orang yang tidak mengganggu dunia ini. Seperti yang  terdapat dalam Bhagawad gita XII, 15 yang berbunyi :
            Yasman nodvijate loko
            Lokan nodvijate ca yah
            Harsamarsa-bhayodvegair
            Mukto yah sa ca me priyah
Artinya :
            Dia yang oleh siapa dunia ini tak diganggu dan tak mengganggu dunia ini
            Yang bebas dari kesenangan, kemarahan, ketakutan dan kebingungan,
dia inilah yang terkasih.
Dari sloka ini menegaskan bahwa kita janganlah mengganggu dunia ini dan bebaskan diri kita dari kesenangan yang berhura – hura, emosi dan kebodohan yang menyebabkan kebingungan, orang yang telah terlepas dari semua ini dialah yang terkasih yang akan menemukan kebahagiaan dan kedamaiaan dalam hidupnya.
Umat Sedharma yang berbahagia dan Dewan Juri  yang saya hormati
Dapat saya simpulkan bahwa kehidupan kita ini saling ketergantungan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Jika kita menginginkan kebahagiaan dan kedamaian maka terapkanlah ajaran Tri Hita Karana ini. Sesuai dengan judul yang saya ambil yaitu Ibu Pertiwi Menangis, mengapa saya mengatakan demikian ? Ibu pertiwi adalah bumi yang kita pijak, di bumi ini terjadi kejadian dan perbuatan manusia yang melanggar dharma, ini lah yang menyebabkan ibu pertiwi beduka, kita sebagai anaknya telah melakukan perbuatan yang tidak diinginkan oleh ibu, kita sebagai anak hendaknya menjaga dan melindungi ibu, namun kita sekarang menjadi anak durhaka maka ibu mengutuk dan marah terhadap kita, kemarahan ibu dapat kita lihat dari bencana alam yang terjadi disekitar kita.
             Umat Sedharma yang berbahagia
Maka melalui kesempatan ini saya ingin mengajak umat  semua untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan dan mari kita perbaiki pebuatan kita yang telah membuat ibu pertiwi marah terhadap kita. Kita semua adalah ciptaan Ida Sang Hyang Wdhi maka ajaran TAT TWAM ASI hendaknya diterapkan yaitu kamu adalah aku dan aku adalah kamu tapi jangan sampai suamiku adalah suamimu atau istriku adalah istrimu. Belum ada kata terlambat untuk berubah selagi kita benar – benar ingin berubah demi untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaiaan dalam hidup ini. Yakinlah dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara kita dengan Ida Sang Hyang Widhi, kita dengan sesama dan kita dengan alam, maka tujuan kita akan tercapai yaitu Moksartham Jagadhitaya Ca Iti Dharma.
Umat Sedharma yang berbahagia
Demikianlah Dharma Wecana yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, mengingat waktu yang membatasi kita maka saya akhiri dharma wecana ini dengan paramesanti.
OM SANTHI SANTHI SANTHI OM